TANJUNG PINANG — Hendaknya kita bergembira saat kedatangan bulan suci Ramadhan. Karena siapa yang bergembira menyambut Ramadhan, jasadnya akan dilindungi Allah SWT dari api neraka.
Hal ini dikatakan anggota DPRD Provinsi Kepri dapil Bintan Lingga, Hanafi Ekra, saat bincang-bincang Teman Rehat Siang (Teras) bersama RRI Tanjung Pinang beberapa waktu lalu.
Hanafi yang diketahui adalah politisi PKS tersebut mengatakan, dimana-mana tempat banyak orang melakukan aktivitas-aktivitas tertentu dalam menyambut bulan Ramadhan.
“Ada yang mandi belimau lah, dan macam-macam lagi. Tapi yang kita rasakan adalah, masyarakat di bulan Ramadhan ini banyak yang berjualan, dan banyak yang merasakan reseki di bulan Ramadhan,” kata anggota Komisi 4 DPRD Provinsi Kepri ini.
Untuk Hanafi sendiri selama bulan Ramadhan, kegiatannya banyak mengisi tausiah-tausiah di Masjid-Masjid dan tausiah subuh disekitaran kota Kijang.
Untuk temanya tidak ditentukan, yang penting isinya tentang iman dan penyadaran, dimana kita hendaknya memanfaatkan Ramadhan ini, karena Ramadhan adalah tamu besar, tamu agung.
“Jangan sampai kita punya cita-cita besar, tapi kalau datang Ramadhan kita tidak berbuat apa-apa. Padahal Ramadhan ini beda dengan bulan-bulan yang lain. Bulan yang penuh berkah, dan didalamnya ada malam yang lebih baik dari 1000 bulan. Subhanallah,” ucapnya.
Siapa yang bergembira di bulan Romadahan, maka Allah SWT haramkan dirinya dari api neraka.
Maksudnya, lanjut Hanafi, saat menyambut saja sudah bergembira, apa lagi sudah masuk Ramadhan, tentu akan digunakan sebaik-baiknya.
“Barang siapa yang berpuasa dengan keimanannya, dan mengharap ridha Allah SWT, maka Allah SWT akan hapuskan dosa-dosanya,” ujar Hanafi.
Ia sendiri juga mengajak kepada keluarganya dan kita semua, untuk punya target khatam Al Quran.
“Kalau biasanya satu bulan satu kali khatam Al Quran, maka di bulan Rhamadan ini kalau bisa tiga kali khatam,” ajaknya.
Agar target itu tercapai, kata hanafi, kemana pun berada usahakan bawa Al Quran, dan ada waktu kosong dibaca, dan sebaiknya sebelum dan setelah subuh kita tilawah, sebelum Zuhur juga bisa. Kapan pun ada waktu kosong bisa tilawah.
“Tapi kalau tunggu waktu khusus, ya bagi orang-orang yang sibuk, memang kita tidak bisa menemukan,” sebut politisi PKS ini.
Sebenarnya, tambah Hanafi, untuk target orang-orang sibuk, untuk mendapatkan satu juz hingga tiga juz dalam satu hari bisa, jika dia sudah bersama Al Quran.
Jadi, di bulan Ramadhan ini adalah bulan tarbiah, dimana kita melatih diri kita supaya diluar Ramadhan nanti kita sudah terbiasa melakukan hal-hal yang seperti itu.
“Hidup dibawah naungan Al Quran itu nikmat,” pungkas mantan pengajar di STAI Miftahul Ulum tersebut. ***
(red)














