TANJUNG PINANG — Anggota DPRD Provinsi Kepri Dapil Bintan Lingga, Hanafi Ekra, mengangkat isu tentang perlunya alat pemadam kebakaran dari laut dalam menghadapi musibah kebakaran yang terjadi di beberapa daerah di Kepulauan Riau, terutama di pulau-pulau yang baru-baru ini terkena musibah kebakaran.
Hanafi menyatakan bahwa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) harus dilengkapi dengan alat pemadam kebakaran dari laut.
Dia juga menekankan pentingnya memiliki peta bencana yang mencakup daerah-daerah laut yang sulit dijangkau seperti Pulau Buluh, Pulau Kasu, dan Tambelan.
“Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) harus memiliki peta bencana, dimana kejadian dalam waktu yang dekat berturut-turut di daerah laut, seperti Pulau Buluh, Pulau Kasu dan Tambelan yang sulit diatasi,” kata Hanafi, kemarin.
Menurut Hanafi, daerah-daerah potensial ini perlu disiapkan dengan keran air siap pakai sebagai bagian dari persiapan dalam menghadapi bencana. Gubernur pun telah menyatakan niatnya untuk memasang keran pemadam kebakaran di Pulau Buluh, sebuah langkah yang disambut baik oleh Hanafi.
“Mudah-mudahan dari provinsi, dimana Gubernur juga mengatakan akan membuat keran pemadam kebakaran di Pulau Buluh,” ungkap Hanafi.
Hanafi juga menggarisbawahi pentingnya memiliki alat pemadam kebakaran dari laut, terutama di daerah Tambelan yang jauh dari pusat bantuan dan memiliki potensi air laut yang bisa dimanfaatkan.
Dia berpendapat bahwa dengan peralatan yang tepat dan perhatian yang memadai, kejadian-kejadian serupa bisa diantisipasi lebih cepat di masa mendatang.
Hanafi mengingatkan bahwa sebagian besar wilayah Kepulauan Riau adalah laut, sehingga perlunya persiapan yang lebih baik dalam menghadapi bencana seperti kebakaran.
Dia berharap pemerintah akan memberikan anggaran yang cukup kepada BPBD untuk menyiapkan alat pemadam kebakaran dari laut sebagai langkah preventif yang efektif.
“Mudah-mudahan pemerintah memberikan anggaran yang cukup kepada BPBD kedepannya, untuk menyiapkan alat pemadan kebakaran dari laut, dimana Kepri ini 96% nya adalah laut,” tutupnya. ***
(Advetorial DPRD Provinsi Kepri)
















