TANJUNGPINANG – Kehadiran ritel modern nasional, termasuk Indomaret di Tanjungpinang dinilai sebagai peluang strategis untuk mendorong pelaku usaha kecil dan menengah naik kelas, sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi daerah yang lebih kompetitif.
Penilaian tersebut disampaikan pengamat ekonomi Satriadi yang melihat bahwa dengan kapasitas jaringan ritel modern, produk IKM dan UMKM lokal memiliki peluang lebih besar untuk menembus pasar yang lebih luas hingga tingkat nasional.
Menurutnya, kebijakan yang diambil Pemerintah Kota Tanjungpinang di bawah kepemimpinan Lis Darmansyah sudah berada pada arah yang tepat, terutama dengan adanya syarat keterlibatan tenaga kerja lokal dan kewajiban penyerapan produk IKM.
“Ritel tersebut mampu menjadi salah satu roda penggerak perekonomian dan pendapatan daerah. Sekaligus membangun standar pelayanan dan manajemen yang bisa menjadi referensi bagi pelaku usaha lokal,” ujar Satriadi, usai dialog interaktif di RRI Tanjungpinang, Selasa, 5 Mei 2026.
Ia menilai, kekhawatiran terhadap potensi matinya usaha kecil akibat masuknya ritel modern tidak sepenuhnya tepat, selama pemerintah daerah memiliki regulasi yang kuat dan pengawasan yang konsisten.
Dalam konteks Tanjungpinang, lanjutnya, keberadaan ritel modern justru dapat menjadi pemicu peningkatan kualitas usaha lokal, baik dari sisi pelayanan, manajemen, maupun daya saing produk.
Satriadi menjelaskan bahwa peran pemerintah daerah menjadi kunci dalam memastikan keseimbangan antara pertumbuhan ritel modern dan keberlangsungan UMKM.
Ia menilai Pemerintah Kota Tanjungpinang telah mengambil posisi yang tepat sebagai regulator, fasilitator, sekaligus mediator dalam menjaga ekosistem ekonomi tetap sehat dan berkeadilan.
Menurutnya, kebijakan yang mewajibkan ritel modern merekrut tenaga kerja lokal serta membuka ruang bagi produk IKM untuk masuk ke jaringan distribusi nasional merupakan langkah konkret yang berpihak pada masyarakat.
“Kehadiran ritel modern ini adalah peluang. Dengan kebijakan yang sudah ditegaskan wali kota, masyarakat lokal justru harus memanfaatkan momentum ini untuk berkembang,” ungkapnya.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa implementasi di lapangan harus terus diawasi agar seluruh komitmen yang telah ditetapkan benar-benar berjalan sesuai rencana.
Pengawasan tersebut dinilai penting agar keberadaan ritel modern tidak hanya memberikan manfaat ekonomi secara makro, tetapi juga berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.
Ke depan, sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang saling menguatkan, di mana UMKM tetap tumbuh dan ritel modern dapat berkontribusi secara optimal terhadap pembangunan daerah. ***
(ADVETORIAL DINAS KOMINFO TANJUNG PINANG)
















