TANJUNGPINANG (SK) — Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) yang dananya bersumber dari APBN, akhirnya menurunkan bunga untuk sektor rill sampai tingkat terendah. Sebelumnya 6 Persen/Tahun, kemudian menurun terus hingga 3 Persen/Tahun, kemudian menurun lagi di angka 2,5 Persen/Tahun. Jadi kalau di rincikan perbulan hanya 0,2083 Persen, atau bulatnya 0,2 Persen saja.
Informasi yang sangat menggembirakan ini disambut baik oleh Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, saat menyampaikan sambutannya pada acara Pembukaan Pelatihan Walk in Assesment Bimbingan Teknis (LPDP-KUMKM), di Hotel CK Tanjungpinang, yang dibuka boleh Asisten III Pemprov Kepri, M Hasbi, mewakili Gubernur Kepri, ditandai dengan pemukulan gong, dan saling memberi cenderamata dengan Dirut LPDP Pusat, Kemas Danial, Kamis, (16/02/2017).

“Ini adalah peluang yang sangat baik, karena 60 Persen perekonomian kita itu digerakkan oleh masyarakat ekonomi menengah kebawah. Nanti Pemerintah akan mendorong, dengan program-program yang akan kita buat. Ini bagus, hanya 2,5 Persen/tahun. Ini peluang untuk menggalakkan ekonomi kerakyatan,” kata Lis semangat.
Namun, menyikapi pernyataan Dirut LPDP Pusat, bahwa dana yang bergulir melalui pengajuan pinjaman untuk Kepri sangat kecil, dikarenakan lemahnya sosialisasi tentang LPDP-KUMKM oleh Dinas terkait tentang (Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menegah). Untuk itu, Lis meminta Dinas Tenaga Kerja dan KUMKM, untuk mengundang kepengurusan koperasi yang ada di Tanjunpinang.
“Tadi saya sampaikan kepada Dinas Tenaga Kerja dan UKM, apa langkah-langkah yang harus dilakukan. Besok kita lakukan rapat. Langkah-langkahnya melakukan inventarisasi, dan selanjutnya mengundang kepengurusan koperasi (Kepengurusan Inti). Koperasi kita kadang-kadang pimpinannya belum tentu dapat memberikan pemahaman kepada anggotanya,” kata Lis, usai acara. (SK-MU/C)
















