GESER UNTUK BACA BERITA
KRIMINALNUSANTARA

BREAKING NEWS: Liputan Berujung Ancaman, Wartawan Dikejar Pengelola Judi Koprok dengan Badik di Lampung Tengah

×

BREAKING NEWS: Liputan Berujung Ancaman, Wartawan Dikejar Pengelola Judi Koprok dengan Badik di Lampung Tengah

Sebarkan artikel ini
BREAKING NEWS Liputan Berujung Ancaman, Wartawan Dikejar Pengelola Judi Koprok dengan Badik di Lampung Tengah
BREAKING NEWS Liputan Berujung Ancaman, Wartawan Dikejar Pengelola Judi Koprok dengan Badik di Lampung Tengah. (Foto : Ist)

Ibrahim Ngaku Pengurus Judi, Marah Saat Ditanya Soal Setoran ke Aparat

LAMPUNG TENGAH – Situasi mencekam terjadi di Kampung Karang Jawa, Kecamatan Anak Ratu Aji, Kabupaten Lampung Tengah, Jumat malam (18/7/2025), ketika seorang wartawan nyaris menjadi korban penikaman saat meliput praktik perjudian koprok di acara budaya kuda kepang peringatan bulan Suro.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Wartawan dari media Wawai News yang tengah bertugas menemukan empat lapak judi koprok beroperasi terbuka di tengah kerumunan warga.

Saat mencoba mengonfirmasi aktivitas ilegal tersebut, pria bernama Ibrahim, warga Kampung Gedung Sari, mengaku sebagai pengurus lapak.

β€œYa, saya pengurusnya. Semua ada 4 lapak. Bagian Polsek 500 ribu, ngasih ke jaranan juga 600 ribu, ya semua kebagian,” ujar Ibrahim tanpa ragu.

Namun hanya berselang beberapa menit, suasana berubah tegang. Ibrahim tiba-tiba marah saat ditanya lebih lanjut soal aliran uang setoran dan dugaan keterlibatan aparat. Ia langsung mencaci dan mencabut sebilah badik dari pinggangnya.

β€œGak usah aneh-aneh kamu! Kalau kamu butuh duit rokok ngomong, jangan nanya-nanya setoran. Apa pangkat kamu? Ngomong kamu!” teriak Ibrahim, sembari mengacungkan badik ke arah wartawan.

Seketika itu juga, ia berusaha menikam jurnalis tersebut yang dengan sigap menghindar dan menjauh dari lokasi. Warga yang berada di sekitar langsung menahan Ibrahim yang terus berusaha mengejar sambil mengeluarkan ancaman serius.

β€œSaya beri kamu ya, cari saya, biar saya beri kamu,” teriaknya sambil meronta.

Acara budaya yang seharusnya menjadi peringatan sakral bulan Suro justru berubah menjadi tontonan suram, dengan praktik perjudian koprok yang terang-terangan dan aksi kekerasan terhadap jurnalis.

Kasus ini menambah panjang daftar kekerasan terhadap wartawan yang sedang menjalankan tugas di lapangan.

Pengakuan soal β€œsetoran” kepada oknum aparat dan ancaman pembunuhan terhadap jurnalis menimbulkan kekhawatiran publik tentang lemahnya penegakan hukum dan keselamatan pers di Indonesia.

Hingga berita ini disiarkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Polres Lampung Tengah maupun Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah mengenai insiden ini. ***

banner 200x200
Preferensi Sumber
banner 482x100