– Walikota Apresiasi Antusias Masyarakat Yang Menonton Pawai.
– Ini Makna dari Mobil Hias Tikus Kantor Inspektorat Tanjungpinang.
SIJORIKEPRI.COM, TANJUNGPINANG — Dari sekitar 63 Mobil Hias yang mengikuti pawai memperingati HUT Otonom Kota Tanjungpinang, Mobil Hias dari Inspektorat Kota Tanjungpinang benar-benar menyita perhatian ribuan penonton pawai, karena membuat hiasan mobilnya dengan bentuk “Tikus Pengerat”, sebagai lambang “Koruptor”, yang harus dienyahkan di Kota Tanjungpinang ini.
Dari pantauan Sijori Kepri, saat mobil hias ini memasuki finis, di depan panggung tempat Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang dan tamu pejabat menunggu, ratusan penonton yang berada agak jauh dari lokasi pawai berlarian dan berebutan, serta berdesakan mendekati mobil untuk mengambil foto mobil tersebut.
Tidak hanya itu, MC yang berada dilokasi finish juga mengomentari hiasan mobil ini, dengan mengatakan, bahwa tikus pengerat yang ada di Mobil Inspektorat itu adalah perumpamaan koruptor yang mengerat uang negara dan uang rakyat, yang harus dibasmi di Kota Tanjungpinang.
Tingginya antusias penoton, jika dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai kira-kira 50 ribu orang itu, selain diakui pihak Dishub yang membantu polisi mengtur jalur lalulintas, juga mendapat apresiasi dari Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah.
“Kendaraannya lebih banyak, Alhamdulillah setiap tahun memberikan rangsangan dan motivasi, supaya Tanjungpinang ini betul-betul bisa dibentuk menjadi kota wisata, budaya, ziarah dan wisata kuliner,” ujarnya, usai Pawai Budaya dan Mobil Hias, Kamis (26/10/2017).
Lis berharap, dari pawai ini dapat memberikan pergerakan pengembangan Sektor Kepariwisataan di Kota Tanjungpinang, tinggal kita nanti memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada.
“Sudah tentu tetap ada kekurangan, tapi paling tidak kita benahi dan evaluasi, mana yang kurang, dan terus kita berikan pembenahan dan perbaikan,” katanya.
Lis juga memuji warga Tanjungpinang yang sudah menampakkan kebersamaan yang semakin tinggi dengan keikutsertaan semua pihak.
“Banyak orang Tionghoa yang ikut, orang Betawi, dan lainnya, membuktikan masyarakat Tanjungpinang sudah dapat terlihat dengan keragaman, tapi semangat kebersamaan tetap muncul,” imbuhnya.
Terkait mobol hias yang menampilkan Masjid Apung, yang juga cukup mengambil perhatian pengunjung dengan ditandai banyaknya masyarakat yang mengambil foto mobil tersebut, Lis mengucapkan Alhamdulillah, mudah-mudahan Masjid Apung tersebut bisa diwujudkan tahun berikutnya.
“Insya Allah, paling tidak Tahun 2019 lah baru bisa kita wujudkan. Siapapun orangnya (yang jadi Walikota berikutnya, Red), yang jelas program yang sudah bagus harus kita lanjutkan,” pungkasnya. (SK-MU)
















