KARIMUN – Rekaman CCTV di area gym Hotel Maximillian menjadi kunci penting dalam mengungkap kasus meninggalnya Wang Lie (61), yang ditemukan tak bernyawa saat berolahraga, Kamis, 26 Maret 2026 siang.
Polisi kini mendalami rekaman tersebut untuk mengetahui secara pasti rangkaian kejadian sebelum korban ditemukan tergeletak di lantai ruang fitnes.
Dari penyelidikan awal, rekaman CCTV diharapkan dapat memperlihatkan aktivitas terakhir korban sejak pertama kali masuk ke dalam gym hingga saat kejadian terjadi.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan apakah ada hal mencurigakan sebelum korban tiba-tiba terjatuh.
“Kami telah mengamankan rekaman CCTV dan saat ini masih dalam proses pemeriksaan,” ujar Kapolsek Balai Karimun, AKP Andri Yusri, Jumat, 27 Maret 2026.
Selain CCTV, polisi juga mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi yang berada di lokasi saat kejadian. Keterangan tersebut akan dicocokkan dengan rekaman video untuk mendapatkan gambaran utuh.
Saksi sebelumnya menyebut korban sempat beraktivitas normal sebelum akhirnya ditemukan tidak bergerak.
Berdasarkan keterangan awal, tidak ditemukan tanda-tanda mencurigakan di lokasi kejadian. Korban diketahui datang seorang diri dan berolahraga seperti biasa.
Namun demikian, kepolisian tetap mendalami seluruh kemungkinan melalui bukti visual dari CCTV.
Dalam proses olah tempat kejadian perkara, polisi juga mengamankan sejumlah barang milik korban.
Di antaranya tas, dompet, dua unit handphone, botol minum, handuk, hingga uang tunai yang ditemukan di sekitar lokasi.
Dalam penanganan kasus ini, pihak keluarga korban diketahui menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah. Meski demikian, visum tetap dilakukan sebagai prosedur awal pemeriksaan medis.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kematian Wang Lie.
Rekaman CCTV diharapkan menjadi petunjuk utama dalam mengungkap secara lengkap peristiwa yang terjadi di dalam gym tersebut. ***
















